KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan namanya di tingkat nasional. Kali ini, pencapaian gemilang datang dari Fakultas Kedokteran (FK) melalui prestasi mahasiswa yang berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Penelitian Kedokteran Nasional (KPKN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 15-17 April 2026 lalu.
Tim peneliti mahasiswa FK Unismuh Kendari yang terdiri dari tiga orang mahasiswa semester delapan berhasil mengalahkan puluhan universitas terkemuka dari berbagai wilayah Indonesia. Penelitian mereka berjudul “Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Resisten Antibiotik: Studi In Vitro dengan Metode Difusi Cakram” berhasil memenangkan kategori penelitian dasar biomedik.
Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi FK Unismuh Kendari dalam membuktikan bahwa institusi pendidikan kedokteran di Sulawesi Tenggara mampu bersaing di panggung nasional. Penelitian yang didukung penuh oleh laboratorium mikrobiologi kampus ini telah membuka peluang baru bagi pengembangan terapi alternatif dalam menghadapi resistansi antibiotik, isu kesehatan global yang semakin mengkhawatirkan.
Tim Peneliti Berdedikasi Tinggi
Tim peneliti pemenang terdiri dari Rahma Nur Azizah (23), Muhammad Rizki Pratama (23), dan Siti Nurul Hidayah (22), ketiganya merupakan mahasiswa semester delapan program studi Pendidikan Dokter FK Unismuh Kendari. Keberhasilan mereka bukan datang dari keberuntungan semata, melainkan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan bimbingan intensif dari dosen pembimbing mereka.
“Kami mulai penelitian ini sejak Oktober 2025 dengan ide sederhana untuk memanfaatkan sumber daya lokal Sulawesi Tenggara. Manggis adalah buah tropis yang mudah ditemukan di daerah kita, namun potensi farmakologisnya belum banyak digali,” ujar Rahma Nur Azizah saat ditemui di laboratorium Mikrobiologi FK Unismuh Kendari, Rabu (17/4/2026).
Menurut Rahma, proses penelitian berlangsung selama enam bulan dengan tahapan yang ketat, mulai dari preparasi sampel, fermentasi ekstrak, hingga pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi cakram. Setiap langkah dilakukan dengan protokol penelitian yang ketat untuk memastikan validitas data.
“Kami melakukan pengujian berulang kali untuk memastikan hasil yang konsisten. Tim kami membagi tugas sesuai keahlian masing-masing. Saya fokus pada preparasi sampel dan ekstraksi, Rizki menangani uji aktivitas, sedangkan Nurul mengelola data dan analisis statistik,” tambah Rahma dengan penuh kebanggaan.
Muhammad Rizki Pratama, anggota tim yang menangani fase eksperimental, menceritakan tantangan teknis yang mereka hadapi. “Awalnya kami mengalami kesulitan dalam standarisasi konsentrasi ekstrak. Hasilnya tidak konsisten sampai kami mendapat pencerahan dari Dosen Pembimbing Dr. Muh. Firdaus, Sp.M. Beliau menyarankan untuk menggunakan kontrol positif dan negatif yang lebih ketat, serta mengganti pelarut ekstraksi,” jelas Rizki.
Siti Nurul Hidayah, yang bertanggung jawab pada aspek analisis data dan publikasi ilmiah, mengungkapkan bahwa kesuksesan tim juga didukung oleh literatur yang mereka pelajari secara mendalam. “Kami membaca lebih dari 80 jurnal internasional dan publikasi lokal untuk memastikan penelitian kami original dan memberikan kontribusi nyata pada ilmu pengetahuan,” ungkap Nurul.
Dukungan Institusional yang Solid
Kesuksesan tim mahasiswa ini tidak terlepas dari dukungan penuh institusi FK Unismuh Kendari. Dr. Muh. Firdaus, Sp.M., selaku pembimbing utama penelitian, telah memberikan bimbingan intensif sejak awal konseptualisasi hingga presentasi final di Jakarta.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian ketiga mahasiswa ini. Mereka menunjukkan karakteristik peneliti sejati: rasa ingin tahu yang tinggi, disiplin ilmiah yang kuat, dan kemampuan problem-solving yang luar biasa. Ketika menghadapi hambatan, mereka tidak menyerah tetapi mencari solusi inovatif,” kata Dr. Firdaus saat diwawancarai di ruang kerja beliau pada Kamis (17/4/2026).
Lebih lanjut, Dr. Firdaus menerangkan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari komitmen FK Unismuh Kendari dalam mengembangkan research-based education. “Kami percaya bahwa mahasiswa kedokteran harus tidak hanya menguasai teori dan keterampilan klinik, tetapi juga mampu melakukan riset yang berkontribusi pada kemajuan ilmu dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Ketua Fakultas Kedokteran FK Unismuh Kendari, Prof. Dr. Aminah Syamsuddin, M.Sc., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi ini. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa FK Unismuh Kendari telah berhasil menjalankan misi pendidikan kedokteran berkualitas dengan memberikan akses kepada mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian yang bermakna. Kami akan terus mendorong budaya riset di kalangan mahasiswa dan dosen,” tutur Prof. Aminah dalam pernyataan formal yang diberikannya.
Menurut Prof. Aminah, FK Unismuh Kendari telah mengalokasikan dana penelitian mahasiswa sebesar 500 juta rupiah dalam tahun anggaran 2025-2026. Dana ini digunakan untuk mendukung berbagai proyek penelitian mahasiswa di berbagai bidang, termasuk penelitian yang dilakukan oleh Rahma, Rizki, dan Nurul.
“Kami juga telah meningkatkan fasilitas laboratorium kami, termasuk pembelian alat-alat modern seperti spektrofotometer UV-Vis, laminar air flow, dan inkubator yang diperlukan untuk mendukung kegiatan penelitian berkualitas tinggi,” imbuh beliau.
Signifikansi Penelitian dan Aplikasi Praktis
Penelitian yang dilakukan oleh ketiga mahasiswa ini memiliki signifikansi yang jauh melampaui sekedar prestasi akademik. Resistansi antibiotik merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang paling serius saat ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa jika tidak ditangani dengan serius, resistansi antibiotik dapat menyebabkan jutaan kematian setiap tahunnya pada dekade mendatang.
Temuan tentang efektivitas ekstrak kulit buah manggis dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus yang resisten antibiotik membuka peluang pengembangan agen antimikroba baru dari sumber alam. S. aureus merupakan bakteri patogen yang sering menyebabkan infeksi nosokomial dan komunitas, dan banyak strain-nya telah menunjukkan resistansi terhadap berbagai antibiotik konvensional.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis memiliki aktivitas antimikroba yang cukup signifikan dengan zona hambatan mencapai 18-22 mm pada konsentrasi tertentu. Ini adalah hasil yang sangat menjanjikan untuk penelitian lanjutan,” jelaskan Siti Nurul Hidayah ketika mendeskripsikan hasil penelitiannya.
Lebih jauh, penelitian ini juga memiliki relevansi ekonomi dan sosial yang tinggi. Manggis adalah buah lokal Sulawesi yang mudah diakses oleh masyarakat. Jika temuan ini dapat dikembangkan menjadi produk terapi, maka dapat membuka peluang ekonomi baru bagi petani manggis sekaligus memberikan akses terapi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berharap penelitian ini dapat menjadi landasan untuk penelitian lanjutan, baik in vivo maupun clinical trial, sehingga suatu hari nanti manggis tidak hanya dikenal sebagai buah konsumsi tetapi juga sebagai bahan baku obat herbal yang ilmiah,” harap Muhammad Rizki Pratama.
Dampak pada Reputasi Kampus dan Pencapaian Sebelumnya
Prestasi tim mahasiswa FK Unismuh Kendari ini menambah deret panjang pencapaian akademik universitas dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, FK Unismuh Kendari telah berhasil menghasilkan lima publikasi internasional di jurnal-jurnal terindeks Scopus. Selain itu, dua dosen fakultas telah memenangkan hibah penelitian fundamental dari RISTEK-BRIN.
“Pencapaian-pencapaian ini menunjukkan bahwa FK Unismuh Kendari telah mengalami transformasi positif dalam hal kualitas akademik dan riset. Kami tidak lagi hanya fokus pada aspek kelulusan ujian nasional, tetapi juga pada pengembangan kemampuan riset dan inovasi,” ungkap Prof. Aminah.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Laode Mochammad Kamaluddin, M.T., juga memberikan apresiasi yang luas terhadap pencapaian ini. “Prestasi mahasiswa FK merupakan bukti nyata dari komitmen Unismuh Kendari dalam mengembangkan pendidikan tinggi berkualitas. Kami akan terus mendorong inovasi dan riset di semua fakultas,” kata Rektor dalam pesan resmi yang disampaikan melalui Humas universitas.
Rencana Tindak Lanjut dan Target Masa Depan
Tidak hanya berhenti pada pencapaian saat ini, tim peneliti dan pembimbing mereka telah merencanakan langkah-langkah lanjutan. Saat ini, manuskrp penelitian mereka sedang dalam proses penyusunan untuk disubmisikan ke jurnal internasional terindeks Scopus.
“Kami menargetkan untuk melakukan publikasi dalam enam bulan ke depan. Selain itu, kami juga sedang mempersiapkan proposal penelitian lanjutan dengan fokus pada uji in vivo menggunakan model hewan coba tikus,” jelas Dr. Firdaus.
FK Unismuh Kendari juga telah mengidentifikasi tiga proyek penelitian mahasiswa lainnya yang berpotensi untuk bersaing di tingkat nasional dalam tahun akademik 2026-2027. Salah satunya adalah penelitian tentang efektivitas vaksin herbal lokal dalam meningkatkan imunitas kelompok usia rentan.
“Kami memiliki visi untuk menjadikan FK Unismuh Kendari sebagai pusat penelitian biomedik terkemuka di Indonesia Timur dalam lima tahun ke depan. Pencapaian hari ini adalah awal dari perjalanan panjang kami menuju visi tersebut,” tutup Prof. Aminah dengan optimisme.
Penutup
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa FK Unismuh Kendari pada Kompetisi Penelitian Kedokteran Nasional 2026 merupakan bukti konkret bahwa institusi pendidikan tinggi di daerah timur Indonesia mampu menghasilkan karya akademik berkualitas tinggi yang dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus meningkatkan standar akademik dan riset. Dalam konteks yang lebih luas, prestasi ini juga merefleksikan komitmen FK Unismuh Kendari dalam berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat melalui penelitian yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan lokal maupun global.
Dengan dukungan institusional yang kuat, fasilitas yang terus ditingkatkan, dan semangat akademis yang tinggi, FK Unismuh Kendari siap menjadi wahana bagi generasi dokter-peneliti muda Indonesia yang berkontribusi nyata pada kemajuan ilmu dan kesejahteraan masyarakat. (*)